Sabtu, 22 Agustus 2015

TANAH, HAK DAN PERLAWANAN

"Waspadalah dengan apa yang kita lihat dan apa yang tidak kita lihat. Waspadalah pada apa yang kita dengar dan apa yang tidak kita dengar. Waspadalah dengan apa yang kita rasa dan apa yang belum kita rasakan" - Tse

Pada akhirnya engkau yang dimiskinkan dan dibiarkan liar oleh ketidakadilan, penindasanlah takdirmu. Pada akhirnya mereka yang berkuasa atas kekayaan dan menjadi pemilik kuasa agraria, merekalah yang menentukan takdirmu. Kecuali engkau dengan segala keterbatasanmu melakukan perlawanan.
Engkau boleh dicap sebagai pembangkang, penyerobot sepetak lahan negara. Sebagian lagi diberi ribuan hingga jutaan hektar lahan bahkan pulau-pulau yang konon disebut milik negara. Masih kurang, bahkan lautan pun diberikan untuk disulap menjadi lahan baru tempat pemilik kuasa membangun pulau reklamasi yang mereka sebut demi kepentinganmu. Mereka sebagaimana dirimu disebut provokator, diberi nama sebagai investor. Apa yang membedakan adalah kuasa menentukan takdir menjadi milik mereka, tak lagi ditangan Tuhan yang engkau percaya. Tak lagi ditanganmu yang memberi mereka mandat saat pemilihan.
Pada akhirnya padamulah kuasa sebuah pilihan. Dengan segala keterbatasanmu pergilah menghadapi sepatu laras panjang milik kekuasaan. LAWAN!!

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Silahkan tinggalkan catatan, komentar atau saran. Terima kasih